Peran Roh Kudus Dalam Hidup Orang Percaya

Categories: Teachings

“Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.…” (Roma 8:14-17)

 
Peran Roh Kudus bukan hanya sekedar membawa orang kepada pertobatan, tetapi terutama menurut Roma 8:14-17, peran Roh Kudus adalah membuat kita diadopsi menjadi anak-anak Allah, sehingga kita bisa berseru: “ya Abba, ya Bapa!”. Ketika seorang anak diadopsi oleh seseorang, maka anak itu memakai nama orang itu, mewakili orang itu, tinggal di rumah itu, dan menikmati semua fasilitas yang dimiliki orang itu. Demikianlah halnya ketika Roh Kudus membuat kita diadopsi menjadi anak-anak Allah, maka kita adalah ahli waris-ahli waris yang berhak menerima janji-janji Allah. Jadi, Roh Kudus bukan hanya Penolong kita, tetapi membuat kita menjadi pewaris Kerajaan Allah. Ketika kita mengerti akan hal ini, maka kita tidak akan mengabaikan peran dari Roh Kudus.

Ketika Yesus ada di muka bumi ini, secara fisik Dia menolong kita dari luar, tetapi Roh Kudus ada di dalam kita untuk mengekspresikan-Nya ke luar.

Roh Kudus bukanlah urapan. Roh Kudus adalah Pribadi – salah satu Pribadi dari Tritunggal Allah. Urapan adalah apa yang dibawa oleh Pribadi Roh Kudus. Jadi, kalau Yesus sudah ada di dalam hati kita, maka di dalam kita sudah ada urapan. Ada banyak orang Kristen memiliki pengertian yang salah, yaitu mencoba mencari urapan dari luar untuk dibawa masuk ke dalam dirinya. Elisa tidak meminta dua bagian dari urapan Elia. Dia meminta dua bagian dari roh Elia.

Karena Roh Kudus adalah Pribadi, maka kita bisa membangun hubungan dengan-Nya. Dan lewat doa dan penyembahan kita terhubung dengan-Nya. Jadi, manakah yang lebih penting, urapan atau Roh Kudus? Sudah pasti, Roh Kudus.

Di dalam Kisah Para Rasul 19:1-2, Paulus bertemu dengan beberapa murid Apolos yang belum menerima Roh Kudus. Apolos hanya mengajar murid-muridnya sebatas kematian dan kebangkitan Yesus, tetapi Gereja dibangun tidak hanya sebatas kematian dan kebangkitan Yesus saja, tetapi juga atas dasar pencurahan Roh Kudus. Ayat 6, “Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.”

Jika kita belum dipenuhi oleh Roh Kudus, maka dimensi Roh di dalam diri kita belum terbuka. Walaupun kita sudah selamat dan mengerti bahwa Yesus adalah Juru Selamat, tetapi kita belum mengalami kepenuhan Roh Kudus, maka pelayanan dan perjalanan hidup kita tidak akan menjadi efektif dan penuh kuasa.

Yesus berkata bahwa adalah lebih baik jika Ia kembali kepada Bapa dan mengutus Penolong yang lain kepada murid-murid-Nya. Mengapa? Karena secara fisik, Yesus hanya terbatas ada di Yerusalem. Tetapi, ketika Roh Kudus dicurahkan, maka Roh Kudus bisa tinggal di dalam diri setiap orang percaya di seluruh penjuru dunia. Dan Roh Kudus dicurahkan tanpa batas (Yoh. 3:34).

Gereja dibangun di atas dasar salib Tuhan, dan kematian-Nya, dan kebangkitan-Nya, SERTA pencurahan Roh Kudus. Salib Tuhan menghentikan masa lalu semua ikatan dan kutuk dosa, tetapi untuk berjalan menuju kepada kemuliaan, kita membutuhkan Roh Kudus. Ketika kita diselamatkan, itu bukan karena perbuatan atau kebaikan kita, tetapi semata-mata karena kasih karunia, tetapi untuk perjalanan menuju kepada kemuliaan, kita membutuhkan Roh Kudus.

Sekarang Tuhan Yesus duduk di sebelah kanan Allah Bapa, maka sekarang adalah era Roh Kudus. Roh Kudus melakukan pekerjaan yang dahsyat bersama Bapa, dan perwakilan Yesus, yaitu Tubuh-Nya (Gereja).

Sekali lagi saya tekankan, kita tidak membutuhkan urapan, kita membutuhkan Roh Kudus. Dan Roh Kudus sanggup bekerja melampaui apa yang kita doakan atau pikirkan (Ef. 3:20). Itulah sebabnya kita membutuhkan Roh Kudus ketika kita berdoa, karena doa-doa kita terbatas (Rm. 8:26). Jadi, apakah yang membuat Roh Kudus tidak bisa bekerja secara maksimal di dalam diri kita? apakah Iblis? Bukan. Pikiran kitalah yang membatasi. Pikiran kita yang salah bisa membatasi Roh Kudus untuk bekerja dengan dahsyat di dalam diri kita. Rasa takut, keraguan membuat kita tidak berani melangkah padahal Roh Kudus sudah ada untuk membimbing kita.

Karena itu, jadilah Roh Kudus sebagai Tuhan atas hidup kita, bukan hanya sebatas kita tahu tentang Roh Kudus. Banyak orang tahu tentang Tuhan secara konsep, tetapi tidak menjadikan Tuhan menjadi Tuhan atas hidupnya. Tuhan Yesus tidak menjadi Tuhan atas pribadi kita hanya dengan kita mengatakan bahwa kita percaya kepada Tuhan. Dan janganlah kita mengerti Roh Kudus hanya sebatas mental dan pengertian kita saja, tetapi kita harus benar-benar mengalami-Nya.

Bagaimana Roh Kudus menolong diri kita untuk kita benar-benar menjadikan Tuhan sebagai Tuhan pribadi kita?

  1. Roh Kudus akan berperan sebagai Pribadi yang menyertai, menghibur, menguatkan, dan menolong kita dalam setiap persoalan dan tantangan hidup. Mazmur 23:4, “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.” Di tengah tantangan pergumulan kita yang paling berat dan kita berada dalam lembah kekelaman Roh Kudus ada di sana. Dan dalam situasi seperti itulah Roh Kudus mau kita menjadikan Tuhan sebagai Tuhan pribadi kita. Ketika Tuhan mengizinkan kita melewati masa-masa sulit, sebenarnya Ia sedang mendidik dan melatih kita untuk melihat bahwa Ia menyertai, menghibur, menguatkan, dan menolong kita. Dan hanya Roh Kudus yang bisa melakukan semuanya itu. Karena itu, ketika kita mengalami situasi seperti itu, janganlah cepat-cepat mencari pertolongan manusia, izinkanlah Roh Kudus yang menolong kita. Kita bisa hidup sampai hari ini itu karena penyertaan dan bimbingan Roh Kudus. Renungkanlah perjalanan hidup kita bersama Tuhan, dengan demikian kita tidak akan mengabaikan Tuhan. Kita sungguh membutuhkan Roh Kudus.
  2. Roh Kudus memimpin dan mengarahkan perjalanan hidup kita untuk masuk ke dalam destiny dan rencana Tuhan bagi kita. Tuhan merancang kehidupan Yusuf sedemikian rupa sehinga Yusuf diarahkan dan dipimpin dalam sebuah perjalanan hidup menuju kepada destiny-nya (Kej. 50:20). Dan ada kalanya Allah Roh Kudus merancang kehidupan kita dan mengarahkan hidup kita dibelokkan kepada hal yang tidak mengenakkan, karena Dia tahu apa yang ada di depan kita dan Dia (Roh Kudus) menyertai kita. Janganlah memilih apa yang enak buat kita, pilihlah yang terbaik yang sudah Tuhan sediakan bagi kita. Bahkan untuk dibawa masuk ke dalam destiny-Nya, Tuhan Yesus harus dicobai oleh Iblis (Mat. 4:1).
  3. Roh Kudus akan menyatakan kuasa dan mukjizat-Nya dalam hidup kita melalui doa dan iman yang Tuhan berikan kepada kita. Salah satu yang membuat kita bisa berkata, “Ini pasti Tuhan yang mengerjakannya” adalah ketika kita mengalami kuasa dan mukjizat-Nya (Kisah Para Rasul 1:8). Kisah Para Rasul adalah kita yang berisikan tentang pekerjaan Roh Kudus melalui para rasul. Karena itu janganlah takut untuk melangkah di dalam iman, misalnya menumpangkan tangan berdoa bagi orang sakit.

Ketika kita sungguh-sungguh menjadikan Tuhan sebagai Tuhan pribadi kita, maka kita akan menjadi orang  Kristen yang tidak tergoyahkan, karena Dia selalu menyertai kita.

Leave a Reply